Kadal Panana, Kadal berlidah biru

KEGEMARAN manusia terhadap binatang piaraan dari hari ke hari kian nyeleneh. Mereka tak sekadar memelihara satwa-satwa piaraan ‘’konvensional’’, seperti anjing, kucing, maupun burung, tapi sudah melebar ke landak mini, kura-kura, reptil, dan sebagainya.

Ada beberapa reptil yang disukai penggemar, seperti ular, iguana, dan yang terbaru adalah kadal. Saat ini jenis kadal piaraan yang banyak dicari orang adalah blue tongue (Tiliqua gigas).

Sesuai dengan namanya, kadal ini memiliki lidah berwarna biru. Di alam bebas. satwa ini banyak dijumpai di Papua, Papua Nugini, Tasmania, dan Australia.

Kadal lidah biru berkembang biak dengan cara melahirkan (5-14 ekor anak). Induk betina bunting selama 3-5 bulan, kemudian melahirkan anak yang rata-rata panjangnya sekitar 13 cm. Saat dewasa, panjangnya mencapai 40-60 cm.

Selain keindahan warna lidahnya, blue tongue menjadi incaran kolektor karena kulitnya memiliki corak dan perpaduan warna yang apik.

Kulitnya memiliki perpaduan warna antara cokelat dan hitam, dengan garis penyekat putih yang tegas di antara kedua warna itu. Sedangkan ekornya berwarna putih.

Meskipun mengeluarkan suara desisan, blue tongue merupakan piaraan yang jinak dan mudah dipelihara. Dianjurkan memelihara satu ekor saja, karena blue tongue sering bertarung.

Pemeliharaan lebih dari satu ekor bisa dilakukan oleh penangkar. Penggemar bisa saja memelihara lebih dari seekor, asalkan dipelihara dalam kandang terpisah.
Kandang Ukuran kandang untuk anakan sekitar 60 x 30 x 30 cm3. Angka 60 cm adalah ukuran panjang. Tetapi lebih panjang sebenarnya lebih baik. Sedangkan untuk kadal dewasa, panjang kandang minimal 100 cm.

Bahan kandang yang ideal adalah kaca atau plexy-glass. Sedangkan bagian tepinya, atau penjepit kaca, bisa terbuat dari aluminium atau kayu.

Di dalam kandang perlu disediakan hiding box atau tempat ngumpet. Sedangkan di lantai kandang perlu dihamparkan pasir kalsium (pasir pantai), karena bahan ini merupakan substrat yang paling cocok untuk blue tongue.

Untuk mencegah agar pasir tak dimakan, sebaiknya pemberian pakan dilakukan di luar kandang (misalnya pada kandang terpisah atau secara outdoor). Sebab pasir yang termakan bisa menyebabkan penyakit di usus. Jika jumlah pasir yang termakan terlalu banyak, bukan tidak mungkin kadal akan mati.

Subtrat alternatif selain pasir pantai adalah karpet mobil yang sudah cuci bersih dan tidak bau karet lagi.

Tambahkan beberapa aksesoris kandang seperti cabang pohon dan batu-batuan, sehingga pemandangan di dalam kandang terlihat makin eksotik.
Sebagaimana satwa piaraan lainnya, kebersihan kandang harus selalu dijaga. Apalagi kadal suka kencing bersamaan dengan waktu berak.

Meski sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam kandang, ada baiknya Anda memberi kesempatan bagi dia untuk melakukan exercise di pekarangan atau taman.

Tapi hal itu hanya bisa dilakukan jika Anda selalu mengawasinya. Kalau tidak, bisa-bisa kadal lari bahkan keluar dari lingkungan rumah. Selain itu, jangan melepaskan kadal ketika di sekitarnya terdapat kucing atau anjing.
Makanan Blue tongue termasuk hewan omnivora. Jenis makanannya beraneka ragam, mulai dari serangga, hewan-hewan kecil, sampai buah dan sayuran.

Serangga yang bisa disajikan adalah jangkrik, ulat hongkong, dan superworms. Buah yang digemarinya antara lain pepaya, pisang, dan melon. Anggur juga bisa diberikan tetapi harus dibuang dulu bijinya.

Sayuran yang disukai antara lain wortel, buncis, taoge, selada, kacang polong, dan jagung. Tapi sebelum disajikan kepada blue tongue, sebaiknya sayuran direbus sebentar untuk mematikan bakteri-bakteri yang terkandung di dalamnya.

Khusus anakan blue tongue atau kadal dewasa yang pertumbuhannya lambat bisa diberikan aneka daging dan telur, anakan tikus (umur 2-3 hari), hingga dogfood dan catfood.

Tetapi pemberiannya jangan terlalu sering, karena pakan tersebut mengandung lemak jenuh yang tinggi sehingga susah dicerna secara sempurna.

Setiap pagi, blue tongue diberi kesempatan berjemur. Kalau makin sering dijemur, makin sedikit suplemen kalsium yang dibutuhkan. Air minum setiap hari harus diganti. Usahakan wadah air minumnya tak terlalu tinggi alias dangkal.

Di sejumlah petshop, kadal ini dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 175.000 hingga 350.000 per ekor. Anda tertarik membelinya?


source: suara medeka (dot) com

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. saya di rumah punya panana, panjangnya 58 cm

    BalasHapus